Modul 3.5 · Level 3 · Lanjut
Rasa, Wayang, dan Struktur Non-Barat
- Estimasi
- 8 jam
- Prasyarat
- 3.4
- Pelajaran
- 6
- Ruang isian
- 4
- Akses
- Berbayar, Rp 5.000
- Status
- Draf 1, sedang diverifikasi
Isi modul ini masih draf pertama. Nama buku, tahun, dan rumusan teori yang bertanda [VERIFIKASI] belum diperiksa ke sumber asli dan dapat berubah sebelum rilis.
Tujuan belajar
Setelah modul ini, pembelajar mampu:
- Menjelaskan konsep rasa dari tradisi Natyashastra sebagai alat merancang emosi penonton, dan menyebut batas istilahnya.
- Menjelaskan struktur kishōtenketsu dan membandingkannya dengan tiga babak.
- Menjelaskan unsur-unsur lakon wayang (pakem, lakon carangan, gara-gara, goro-goro) sebagai pembanding naratif, dengan kehati-hatian dan konteks budaya.
- Membaca tradisi lisan Asia Tenggara sebagai bentuk naratif yang punya logikanya sendiri.
- Menganalisis sinema dari Iran, Korea, Jepang, Tiongkok, Afrika Barat, dan Amerika Latin sebagai studi struktur, tanpa menggeneralisasi budaya.
- Mengenali eksotisme dan stereotip dalam pembacaan struktur non-Barat, dan menghindarinya.
Peta pelajaran
- 3.5.1Rasa (Natyashastra)80 menit
- 3.5.2Kishōtenketsu75 menit
- 3.5.3Wayang: pakem, lakon carangan, gara-gara, goro-goro90 menit
- 3.5.4Tradisi lisan Asia Tenggara70 menit
- 3.5.5Sinema Iran, Korea, Jepang, dan Tiongkok80 menit
- 3.5.6Afrika Barat dan Amerika Latin70 menit
Modul berbayar
Rp 5.000 untuk modul ini
Sekali bayar, akses tetap. Atau beli sekaligus 38 modul yang belum dimiliki seharga Rp 190.000.